BATULICIN,Newskalsel.com – Terlantarnya penumpang Kapal KMP Awu – Awu dipelabuhan ASDP Batulicin disebabkan oleh praktik percaloan oleh oknum petugas ASDP yang menjual tiket tidak sesuai ketentuan.
Salah satu penumpang, Nawir mengaku membeli tiket mealalui petugas dari PT ASDP seharga Rp.450 ribu, namun di berikan tiket dengan untuk penumpang golongan anak sehingga terpaksa diturunkan dari kapal setelah dilakukan pengecekan manives oleh petugas KSOP Batulicin – Kotabaru,karena tidak memiliki tiket dan sesuai dengan data penumpang.
“Saya membeli tiket seharga Rp.450 kepada Inisial (AN) salah satu petugas kapal ASDP, tetapi tiket yang diterima tidak sesuai yakni untuk penumpang golongan anak anak, sehingg kami terpaksa di turunkan oleh petugas KSOP,” Jelasnya.

Ia manambahkan banyak penumpang lain yang membeli tiket melalui petugas kantin kapal yakni inisil (U) dengan harga berpariasi dari 300 ribu, 400, hingga 700 ribu rupiah. Akan tetapi tidak mendapatkan tiket sama sekali, sehingga juga harus diturunkan paksa dari kapal karena tidak terdaftar dalam manives.
Sedangkan harga tiket standar yakni sebesar 150 ribu untuk penumpang kelas golongan dewasa tanpa mendapatkan makan sedangkan tiket seharga 185 mendapatkan makan dari kapal.
Kejadian ini sangat merugikan bagi para penumpang juga kerugian negara berdasarkan yang diakibatkan permaianan petugas ASDP,
Hal ini bertentangan dengan UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana): Pasal terkait penipuan sering digunakan untuk menjerat calo tiket yang mengambil keuntungan tidak sah atau memanipulasi harga, dengan ancaman pidana denda bagi pelaku yang melakukan penipuan.
“Saya bersama istri yang sedang hamil dan sempat mengalami pendarahan sudah terlantar selama 5 hari sejak hari jum,at (13/3) hingga tanggal 19 februari 2026,” Ungkapnya.

Diharapkan dengan adanya peristiwa ini tentu semua penugas ASDP yang terlibat dalam hal ini harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.
Kejadian ini terjadi saat KMP Awu Awu kelebihan kapasitas, dengan lebih dari 500 penumpang, padahal kapasitasnya hanya sekitar 240 orang.(red)
Tidak ada komentar